Hi, boy! :)
Maaf ya, aku tidak akan frontal nulis nama kamu kok. Aku tau kamu pasti bakal marah kalau tau aku tulis nama kamu disini. Tapi tujuanku supaya kamu mengerti apa yang aku alami saat itu. Aku harap itu hanya terjadi padaku saja ya:)
Karena terlalu perih bila ada perempuan yang merasakan hal ini.
Mungkin seharusnya aku mengatakan langsung padamu tentang perasaanku ini. Tapi aku nggak sanggup, boy! :')
Do you know?
Pertama aku ketemu kamu dulu, aku merasa bahagia bisa mengenalmu. Perhatianmu setiap saat mampu meluluhkan hatiku. Entah terlalu bodoh atau apa yang jelas aku merasa nyaman saat-saat itu. Sampai akhirnya kita menjalani hubungan tanpa status itu.
Jujur, didalam hubungan itu aku bingung sikap apa yang harus aku lakukan. Aku cemburu melihatmu dekat dengan perempuan lain. Tapi aku sadar, aku bukan siapa-siapa kamu. Sakit sebenarnya perasaanku, tapi aku berusaha tegar menutupi semua itu :')
Setelah semua itu berjalan cukup lama, aku bingung dengan sikapmu. Kamu melarang aku untuk melakukan hal-hal yang tidak kamu inginkan. Aku sempat berfikir "Dia siapanya aku? Kenapa jadi begini?" Tapi aku tidak pernah menemukan jawaban selain "dia hanya teman dekatku"
Waktu terus berjalan hingga pada akhirnya pada tanggal 1 April 2013 pukul 13.35 WIB , kamu mengungkapkan sesuatu yang paling aku dambakan darimu sejak pertama bertemu. Aku bahagia bisa menjalani hari-hariku bersamamu. Aku sangat menyayangimu hingga aku memiliki prinsip "aku tak pernah ingin pergi darimu, apapun keadaanya. Aku ingin tetap bersamamu"
Hari demi hari kita lewati bersama. Suka dan duka kita lewati dengan kebersamaan. Aku bahagia bersamamu. Tetapi kejadian hari itu membuatku merasa aku tidak lebih baik dari mereka yang ada di dekatmu. Aku memang keturunan dari keluarga Tekhnologi Informatika dan Komunikasi. Apapun programnya aku pasti bisa melacak. Termasuk kebohonganmu saat itu. Aku pinjam handphone-mu bukan untuk mengecek sms tapi hanya untuk meminta foto dan musik yang ada di handphone-mu. Tapi? Ada pesan masuk yang tidak sengaja aku buka. Yang isinya "iya sayang" . Bagaimana perasaanmu sebagai seorang perempuan apabila lelaki yang kamu sayang bermain belakang dengan perempuan lain? Sakit. Tapi aku tetap selalu tersenyum dan mengabaikan semua itu. Aku anggap hubungan kita baik-baik saja.
Namun, berkali-kali kejadian itu terulang. Tak dapat kupungkiri, aku terlalu lemah menghadapi semua ini sendiri. Aku terlalu rapuh menjalani keseharianku dengan kepalsuan ini. Apakah kamu memikirkan perasaanku? Ku fikir tidak. Karena aku tak terlalu penting untukmu.
Semakin hari sikapmu membuatku semakin rapuh. Entah apa yang harus aku lakukan lagi. Aku pasrah dengan keadaanku saat itu. Hingga suatu hari temanku mengatakan bahwa kamu telah memiliki perempuan lain. Aku nggak kuat, dan. Untuk apa aku selama ini mempertahankan hubungan kita?
Saat itu, aku bagaikan kelinci yang lepas dari kandangnya. Semua emosi yang selama ini aku pendam, aku frontalkan tanpa berpikir bahwa ini akan menyakitimu. Maafkan aku:')
Aku terlalu memikirkan semua kejadian itu hingga akhirnya semua penyakitku kambuh. Terlalu banyak sesuatu yang aku pikirkan. Alay memang kelihatannya. But, did you know? Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya.
Hingga akhirnya ada seseorang yang menurutku dia jauh lebih baik dari kamu. Aku pun merasa dia lebih tepat jadi seseorang yang ada buat aku.
Tapi ternyata aku salah. Aku terabaikan olehnya. Bahkan dia tidak pernah menguji kesabaranku. Aku bosan dengan hubungan yang hanya seperti penggaris namun akhirnya penggaris itu dipatahkan.
Dari awal memang aku tak berniat untuk menggantikanmu. Namun selain keadaan yang memaksakan. Aku juga sebenarnya ingin menunjukkan bahwa aku pun bisa mendapatkan seseorang sebagai penggantimu. Aku tahu aku salah. Tak seharusnya aku melakukan hal itu. Maafkan aku! :') Mungkin aku perempuan bodoh yang tidak pernah berpikir dua kali untuk memutuskan sesuatu.
Jujur, aku menyesali perbuatanku selama ini. Aku tahu kok, penyesalan itu datang diakhir keputusan. Bahkan aku berpikir bahwa tidak ada seseorang sepertimu. Nevermind I find someone like you, boy!
Sekarang aku tahu kok, pasti kamu sudah bahagia diluar sana bersama perempuan yang lebih baik dari aku:) Banyak perempuan yang mengharapkammu hadir dikehidupannya. Aku sadar kok, aku tak ada apa-apanya dibanding perempuan-perempuan itu.
Jadi, buat apa aku masih mengharapkanmu? Toh kamu juga tak mungkin memandang ke arahku:)
Mulai sekarang, aku akan berusaha menjadi pribadi yang lebih dewasa. Yang mampu menerima kenyataan dalam keadaan apapun^^
Arigatou! Sudah membuat hidupku menjadi lebih baik dari pengalaman-pengalaman yang kamu beri :)
♡01-04-13♡
Note :: jadikan masalalu-mu sebagai sesuatu yang membuatmu menjadi lebih baik^^ and keep your self!♥